Sayangi Laut Kita, Selamatkan Untuk Anak Cucu #SaveOcean

Diposting pada

Setelah membaca artikel teman dalam sebuag tag judu #saveocean mulai dari kita (Baca). Saya tergelitik untuk menulis sambungan bacaan dari saudaraku dalam Komunitas Blogger Tuban, yang menuliskan sebuah kekecewaan ketikan mengunjungi sebuah pantai yang jauh dari presepsi / beda dari foto yang dilihat. ini sebuah kutipan yang juga dilontarkan ke pembaca setia nurrochma.com :

Pernahkah teman-teman kecewa ketika berkunjung ke sebuah pantai? Ketika keadaan pantai jauh dari ekspektasi kita. Laut bening, pasir putih dan langit yang biru. Tak perlu membayangkan kecantikan pantai seperti foto-foto dalam lukisan atau Instagram. Cukup datang dan lihat suasana pantai secara nyata. Ketika pantai membuat mood traveling kita ngungsep to the max. Ketika datang ke pantai lalu pengen cepat-cepat pulang.

Memang hal ini kadang juga membuat miris kepada kita yang berada dan menjadi pengunjung sebuah pantai juga merasa kecewa. Kesadaran menjaga lingkungan itu juga penting, mulai dari diri kita. karena secuil plastik dan sepotong putung rokok pun sudah mampu mencemari alam kita. Dibawah ini sebuah ilustrasi grafis yang saya dapatkan :

Gambar 1 : Waktu Penguraian Sampah

Darimana Sumber Pencemaran Laut :

pencemaran juga bisa terjadi di laut. Lalu, apa sajakah faktor yang bisa menyebabkan terjadinya pencemaran laut? Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pembuangan Limbah IndustriSeperti sungai yang beresiko tercemar apabila dijadikan tempat untuk membuang limbah industri, laut juga demikian. Limbah pabrik yang langsung dialirkan ke laut akan menyebabkan terjadinya pencemaran pada air laut. Seperti yang kita tahu, limbah suatu industri mengandung berbagai logam berbahaya seperti merkuri, arsenic, timbal, dan sebagainya.

2. Pertambangan di Lepas Pantai
Pencemaran laut juga bisa terjadi akibat adanya aktivitas pertambangan lepas pantai. Ketika pertambangan lepas pantai dilakukan, akan ada limbah yang dihasilkan. Karena berada di tengah laut, satu-satunya tempat pembuangan dari limbah tersebut adalah di laut. Karena mendapat tumpahan minyak, kondisi air laut akan berubah.

3. Eutrofikasi
Eutrofikasi merupakan istilah yang merujuk pada suatu kejadian dimana tumbuhan sejenis alga hidup dan berkembang biak dengan cepat sehingga mendominasi perairan. Karena alga merupakan tumbuhan yang hidup dan bernapas dari oksigen, terjadi penipisan kadar oksigen di laut.

4. Tumpukan Sampah
Sampah tidak hanya menciptakan pencemaran di area sungai. Sampah yang terbawa arus sungai bisa bermuara di laut. Jika setiap hari volume sampah yang mencemari laut meningkat, kehidupan biota laut akan menjadi terganggu. Penyebab pencemaran laut oleh sampah tidak hanya dari sejumlah sampah yang terbawa arus sungai melewati muara.

5. Eksploitasi Ikan
Eksploitasi ikan merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan masalah pencemaran laut. Para nelayan yang melakukan penangkapan ikan secara besar-besaran menggunakan bahan peledak atau bahan berbahaya lainnya akan membuat regenerasi ikan laut terganggu. Karena itu, sebaiknya hindari mengeksploitasi ikan dengan cara yang tidak dibenarkan hanya demi meraup keuntungan. Bagaimanapun, menjaga kelestarian demi keberlangsungan hidup anggota ekosistem laut adalah yang paling diutamakan.

Gambar 2 : Waktu Penguraian (Sumber : Sahabat Mancing)

Terus bagaimana ciri laut yang sehat?

Sistem pendukung kehidupan untuk planet kita, menyediakan 97 persen habitat layak huni di bumi dan rumah bagi lebih dari 700.000 spesies. Lautan juga penting bagi kesehatan manusia, menyediakan pekerjaan, kesenangan dan makanan bagi miliaran orang. Setengah dari oksigen yang kita hirup.

Upaya dalam menangani Laut di indonesia :

Ekosistem laut benar-benar terancam dengan kehadiran sampah plastik yang kita buang sepanjang waktu. Sampah yang berasal dari darat itu, kemudian masuk ke perairan laut dibawa oleh sungai, manusia, dan juga aktivitas industri yang ada di sekitar kawasan pesisir. Jika tidak dihentikan, Informasi World Economic Forum (WEF,2016) menyebut pada 2050 populasi ikan akan terus menyusut dan berbanding terbalik dengan plastik yang jumlahnya melebihi ikan.

Pada Minggu (19/8/2018), gerakan “Menghadap Laut” dikampanyekan di 76 lokasi pantai yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Kampanye itu sekaligus merayakan kemerdekaan Indonesia ke-73. Dengan lebih dari 20 ribu relawan, gerakan tersebut membersihkan kawasan pesisir dengan melibatkan masyarakat sekitar dan juga pejabat dari Pemerintah setempat.

Sementara, sebagai pembina utama Pandu Laut Nusantara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti langsung memimpin gerakan tersebut di Bitung, Sulawesi Utara. Untuk Jakarta, gerakan dipusatkan di Pantai Ancol Timur serta Kepulauan Seribu.

Susi mengatakan, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia, dan sampah plastik sangat berbahaya jika tetap dibiarkan ada. Untuk itu, gerakan ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk mengurangi 70 persen sampah plastik di lautan pada 2025.

“Gerakan menghadap laut menunjukkan kepedulian masyarakat pada laut Indonesia, aksi ini menjadi salah satu gerakan penting dalam menunjang target Bangsa sebagai Poros Maritim Dunia,” tuturnya.

Maka dengan ini mari kita selamatkan laut kita, dan mulailah dari kita terlebih dahulu. Salam Bahari!


Sumber :

  1. https://www.geologinesia.com/2017/10/pencemaran-laut-dan-sumber-penyebabnya.html
  2. http://www.mongabay.co.id/2018/08/20/gerakan-menghadap-laut-gerakan-bersihkan-sampah-plastik-dari-lautan/
  3. https://www.nurrochma.com/2018/09/saveocean-mulai-dari-kita.html
  4. Grafis Sampah dari Sahabat Mancing

2 thoughts on “Sayangi Laut Kita, Selamatkan Untuk Anak Cucu #SaveOcean

  1. Saya baru tahu ada gerakan menghadap laut ini. Kalau hari Minggu lalu saya jalan-jalan di pantai Cemara, saya lihat ada posternya buat bersih-bersih pantai. Ya, mulai dari kita, semoga semakin banyak yang tergerak buat #saveocean.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *