Lorong Pintu Masuk Roemah Oei

Roemah Oei, Mengenal Tiongkok Kecil Heritage Lasem

Diposting pada

Mengenal sedikit budaya dan kesenian di Tiongkok Kecil Heritage melalui Roemah Oei. Roemah Oei merupakan museum keluarga yang disiapkan sekaligus pusat edukasi, seni, budaya, dan kuliner Lasem, Bangunan tersebut asalnya adalah rumah kong (rumah induk milik bersama) keluarga Oei yang usianya sudah 200 tahun yang berdiri di lahan seluas 2000 meter persegi. Setelah lama menjadi rumah tinggal, kini Roemah Oei membuka pintunya lebar-lebar kepada umum yang ingin belajar tentang keluarga Oei, terbentuknya permukiman Tionghoa di Lasem, serta Lasem secara luas.

Siapa Keluarga Oei Itu?

Adalah Oei Am, pria kelahiran Fujian, Tiongkok, tahun 1798. Pada 1813, saat usianya 15 tahun, dia mendarat di Lasem dan jadi generasi pertama marga Oei yang tinggal di Lasem. Dua tahun kemudian, Oei Am menikahi putri Jawa-Lasem yang pandai menari dan membatik, diberi nama Tjioe Nio (tjioe berarti manis/cantik).

Depan Wisma Pamilie

Kapan Roemah Oei dibuka untuk umum?

Mulai 2016 dibuka untuk umum, rumah ini direnovasi untuk dijadikan museum keluarga Oei dan rumah heritage peranakan. Wawan, sapaan akrab Himawan, yang bertanggung jawab mengawasi renovasinya. Keasliannya dipertahankan, kecuali reng yang diganti baja ringan. Meja sembahyang masih berasal dari generasi pertama, sedangkan kong po (lemari papan arwah) dari generasi ke-2 yang dibuat untuk orangtuanya.

Apa Saja Yang ada di Roemah Oei?

Di depan Roemah Oei, sederet dengan gerbang, sudah berdiri kedai kopi lelet dan kedai makanan Lasem, seperti kelo mrico, semur lodeh, mangut iwak pe, dan dempul urang. Halaman Roemah Oei yang diteduhi pohon sebagai ruang makannya, yang bikin rasa hidangan makin sedap.

Di bagian belakang sedang dibangun penginapan 10 – 13 kamar pada Tahun 2018 yang dinamakan Wisma Pamilie. Pasalnya, Ceng Beng (hari tilik makam) jatuh pada 5 April 2018 kemarin beberapa bulan yang lalu, keluarga besar Oei akan pulang kampung ke rumah ini sebelum mendatangi makam leluhur yang banyak di Lasem.

Di courtyard tengah, antara bangunan utama dan penginapan, akan dibuat panggung permanen yang tiap purnama bakal memanggungkan kesenian tradisi Tionghoa maupun kesenian Lasem. Di courtyard tengah pula sejak dahulu ada sumur besar (diameter 2 meter) yang diberi nama Soemoer Soember Girang, diambil dari nama desa tempat berdirinya rumah ini.

Selain itu, disamping rumah edukasi/museum terdapat pujasera dengan sederet orang berjualan aneka kuliner khas lasem yang dinamakan Pasar Ayodya. Disitu tersedia Berbagai menu Lontong Tuyuhan, Lontong Tahu, Sate Srepeh, Ayam Geprek, Mie, Bakso, Es Campur, Es Degan Aren, dan berbagai menu lainnya.

 

Jadi, Kapan kamu ke Lasem?

 

Sumber Video : Kesengsem Lasem

One thought on “Roemah Oei, Mengenal Tiongkok Kecil Heritage Lasem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *