Blogger dari desa saat ini memang sudah banyak bermunculan. Apalagi di jaman dengan perkembangan IT yang pesat. Seperti blogger yang satu ini, yang memiliki nama panggilan Masito.

Masito bukan nama sebenarnya, itu gabungan dari dua kata: Mas dan Ito. Ito merupakan nickname dari nama Jasmito.

Blogger satu ini, berasal dari pelosok desa yang sulit jangkauan internet. Bahkan sinyal untuk sekedar telfon maupun SMS sulit didapatkan di rumah asalnya.

Rumahnya di Dusun Karangrejo, Desa Penambangan, Kecamatan Semanding. Kabupaten Tuban.

Rumah pelosok bukan halangan untuk terus berkembang. Sejak lulus SMA, dia melanjutkan kuliah di kota Malang. Berbekal uang seadanya. Dan rela kerja serabutan agar bisa kuliah.

Apa Saja Keunikan Blogger dari desa yang bernama Masito ini?

1. Sangat open terhadap pendidikan

Meski tinggal di pelosok desa, didampingi orang tua yang hanya jebolan SD, Masito mengenyam pendidikan tinggi.

Setiap sekolah/ universitas yang dipilihnya pun termasuk yang bukan asal sekolah.

SDN Penambangan 3
SMP N 1 Semanding
SMA N 1 Tuban jurusan IPA
Universitas Negeri Malang (UM) Jurusan Pendidikan Biologi

Informasi terbaru yang sempat kami dapatkan, Masito juga sempat mengambil program Magister Agribisnis di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

2. Ulet dalam bekerja

Semenjak SMA, mas ito memang suka mencari uang sendiri. Menurut pengakuannya, waktu SMA pernah ngamen biar dapat uang yang akan digunakan latihan musik bersama teman-temannya.

Waktu kuliah semester 3 juga sambil kerja di saat liburan ataupun waktu senggang.

Berbagai pekerjaan dilakukan, mulai kuli bangunan, penjaga stand makanan burger dan tahu krispi, ojek anak sekolah, jaga warnet, ngelesi, ngajar di sekolah.

Bahkan karir sebagai guru juga sempat bersinar. Tapi pada akhirnya semuanya di tinggal hanya untuk berbisnis

3. Getol berbisnis

Ini yang jarang dimiliki generasi muda. Mental berbisnis. Mulai kuliah semester 7 sudah mulai berbisnis. Membuka bimbingan belajar, usaha kenari, hamster, kambing. Dan bahkan hingga saat ini menggeluti usaha sayur organik.

Niat berbisnisnya sangat besar. Hingga rela melepas jabatan sebagai guru. Bukan cuma itu, kuliah S2 juga ditinggalkan. Lebih memilih fokus dengan usaha sayur organiknya.

Beberapa petani organik sudah dia gandeng sebagai mitra.

Selain itu juga sudah menggandeng beberapa mitra sebagai pemasar.

Harapan kedepannya bisa punya kelompok petani organik sayur, buah yang solid. Kemudian memiliki minimarket organik sendiri.

%d blogger menyukai ini: