Kilas Balik Sejarah Lawang Sewu dan Kota Lama Semarang

Sudah lama tidak berkunjung ke kota yang memiliki sebutan kota Atlas yaitu Semarang, minggu kemarin tepatnya hari rabu dan kamis 20-21 Nopember 2019 mendapatkan tugas untuk berkunjung ke Salah satu kantor di Semarang. Setelah melaksanakan tugas kebetulan tempat menginapnya bersebelah dengan Lawang Sewu saya mencoba melakukan kilas balik sejarah, melihat bagaimana sih bangunan ini. Karena baru pertama saya memasukinya walaupun lama pernah tinggal di kota lunpia ini.

Berdasarkan catatan wikipedia, lawang sewu merupakan gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein. Secara arti bahasa indonesia lawang sewu = seribu pintu, ditulis dalam hanacaraka seperti berikut ꦭꦮꦁ​ꦱꦺꦮꦸ (Lawang Sewu). Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Saat ini mengunjungi Lawang Sewu dikenakan tiket Rp 10.000 untuk sorang dewasa, dan Rp 5.000 untuk anak/pelajar. Bila ingin berkeliling bersama pemandu wisata, dikenakan biaya tambahan Rp 50.000 untuk satu rombongan yang di bawah 10 orang.

Pernah membaca pada harian Kompas jumlah pintu sebenarnya setelah dihitung ialah 928 daun pintu, tidak sampai 1.000. Namun, masyarakat saat itu menyebutnya Lawang Sewu karena memang memiliki pintu yang amat banyak. Total dari lima gedung, paling banyak gedung A, gedung utama, karena memang paling besar, dan jika dihitung berdasarkan jumlah daun pintu dan jendela bisa lebih seribu. Data-data ini disampaikan tour guide saat restorasi dan singkronisasi data wisata.

Foto Taman Lawang Sewu dari Lantai Atas

Keren kan? selama memasuki bangunan ini kita juga banyak disajikan museum edukasi mulai potret tempo dulu, jenis lokomotif, bentuk tiket kereta jaman dulu serta mesin cetaknya. Cukup melelahkan berjalan mengelilingi menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam. Saran jika kesana sore hari buat potret atau ambil gambar lebih eksotis dengan paduan warna senja matahari.

Panorama Kota Lama

Kota lama yang ketika ditulis dalam bahasa jawa ꦏꦸꦛ​ꦭꦩ​ꦱꦼꦩꦫꦁtranslit. Kutha Lama Semarang) adalah suatu kawasan di Semarang yang menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20 . Pada masa itu, untuk mengamankan warga dan wilayahnya, maka kawasan itu dibangun benteng, yang dinamai benteng Vijhoek. Untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang dibenteng itu maka dibuat jalan-jalan perhubungan, dengan jalan utamanya dinamai: Heeren Straat. Saat ini bernama Jl. Let Jen Soeprapto. Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut De Zuider Por. Dengan luas wilayah 31 Hektare dengan bangunan kuno besar-besar seperti gereja blendung, tembok kota lama, tempat kuliner, dan lainnya yang paling asik sih disini ada museum old city 3D dengan tiket 50ribu kita bisa menikmatinya. Selain itu disediakan spot selfi yang instagramable gratis bagi penggemar fotografi.

Berikut ini video perjalanan ketika di Lokasi :

TRAVEL #2 WISATA LAWANG SEWU & KOTA LAMA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *