Sumber : GWA R-TIK TUBAN

Desa Bringin, Ciptakan Inovasi “Kampung Sirsak”

Diposting pada

Bringin, Montong, Tuban – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Suryonegoro” Desa Bringin, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, sedang mewujudkan inovasi “Kampung Sirsak”. Di antara dukungan yang ada adalah hadirnya langsung Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur bersama Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (R-TIK) Provinsi Jawa Timur dan Relawan TIK Kabupaten Tuban.

Dukung Kampung Sirsak Dengan Pelatihan Promosi Produk Secara Online

Pelatihan Penjualan Online Produk Unggulan Desa

Sabtu (03/11) tampak puluhan pemuda desa setempat sedang mengikuti pelatihan penjualan online produk unggulan desa dengan narasumber Novianto Puji Raharjo, Ketua Relawan TIK Jawa Timur dan Yudianto Tri Kurniawan, Peneliti Bidang Sosial Balitbang Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini disambut positif pemuda-pemudi masa milenial yang selalu update dalam genggaman.

Sugianto selaku Ketua BUMDes “Suryonegoro” berharap dengan adanya pelatihan ini nantinya produk-produk yang telah mereka buat dari bahan buah sirsak bisa dipasarkan secara online. “Paling tidak dengan pelatihan ini anak-anak muda yang dilatih bisa memasarkan dan bisa menaikkan nilai ekonomi sirsak di pasaran. Sehingga anak muda di desa ini bisa berdaya,” harapnya.

Pelatihan bersama yang diprakarasai BUMDes dan R-TIK tersebut dengan menekankan kepada pemberdayaan potensi unggulan desa. “Kami ingin munculkan produk unggulan apa yang dimiliki desa, berpotensi untuk dikembangkan, sehingga disepakati oleh pihak desa, yakni tentang potensi buah sirsak yang menjadi andalan desa, di mana saat ini belum bisa dimaksimalkan dan dikembangkan.

Cikal Bakal Kampung Sirsak

Forkompinda

Cikal bakal Inovasi “Kampung Sirsak” merupakan Buah Sirsak atau sering di sebut warga Desa Bringin Nongko Londo merupakan buah yang tumbuh subur di daerah peDesaan seperti Bringin. Nongko Londo banyak di temui di sekitaran ladang, di hutan, bahkan di semak belukar yang sebelumnya Nongko Londo ini dianggap buah yang biasa – biasa saja oleh masyarakat sekitar, mereka kadang menjualnya ke pasar – pasar tradisional itu saja dengan harga yang rendah, sehingga kadang mereka membiarkanya matang dan membusuk di pohonya ketika tidak ada tengkulak yang membelinya.

Kemudian Pemerintah desa beserta BUMDes melakukan berbagai kegiatan agar potensi Sirsak ini bisa maksimal. Salah satunya BUMDes mengadakan pelatihan bagi pemuda serta ibu – ibu PKK untuk mengolah sisrsak menjadi berbagai macam produk, seperti Kripik Sirsak, Juz Sirsak, Kopi Biji Sisrsak, Serta Selai Sirsak. Dalam acara tersebut Ketua BUMDesa Bringin SUGIYANTO dalam sambutanya menuturkan bahwa munculnya ide menggali potensi Sirsak ini berawal dari pertemuan – pertemuan dengan berbagai pihak termasuk dari Provinsi yang akhirnya menghasilkan bahwa Sirsaklah yang akan di gali potensinya, Di sambutan berikutnya Kepala Desa Bringin SUBANDI mengatakan bahwa Pemerintah Desa Bringin siap mendukung sepenunya agar buah Sirsak ini menjadi salah satu ikon dan potensi Desa Bringin. Tepat seminggu setelah pelatihan olahan Sirsak, Karang Taruna Beserta Forkopinda Kecamatan Montong Mengadakan EXPO pada tanggal 5 – 8 September 2018, di situlah kami memperkanlakan produk – produk olahan Sirsak kepada masyarakat luas.[ana]

Produk Unggulan Desa Bringin Montong dari Bahan Nongko Londo (Buah Sirsak)


Sumber :

  1. Tuban Kab – www.tubankab.go.id
  2. Website Desa Bringin – www.bringin-montong.desa.id

One thought on “Desa Bringin, Ciptakan Inovasi “Kampung Sirsak”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *