Siapa sih yang tidak tertarik untuk naik gunung, menikmati pemandangan dari 1496 mdpl yang melihat hamparan lautan awan yang indah dari atas candi. Kalian penasaran itu dimana? menjawab penasaran anda itu ada di Candi Cetho (hanacaraka: ​​ꦕꦼꦛ, ejaan bahasa Jawa latin: cethå), candi yang secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Awal Sejarah Candi Cetho

Ketika ditemukan keadaan candi ini merupakan reruntuhan batu pada 14 teras/punden bertingkat, memanjang dari barat (paling rendah) ke timur, meskipun pada saat ini tinggal 13 teras, dan pemugaran dilakukan pada sembilan teras saja. Strukturnya yang berteras-teras (“punden berundak”) memunculkan dugaan akan sinkretisme kultur asli nusantara dengan Hinduisme. Dugaan ini diperkuat oleh aspek ikonografi. Bentuk tubuh manusia pada relief-relief menyerupai wayang kulit, dengan wajah tampak samping tetapi tubuh cenderung tampak depan. Penggambaran serupa, yang menunjukkan ciri periode sejarah Hindu-Buddha akhir, ditemukan di Candi Sukuh. Candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi).

Melihat hamparan pemandangan kebun teh dari atas candi cetho

Daya Tarik Pesona Candi Cetho

Candi Cetho Karanganyar Candi Cetho, mendengar nama candi ini pasti yang terlintas di benak sobat pantura adalah candi yang cukup esoktis nan megah. Berada di kaki gunung lawu, membuat suasana kawasan ini begitu dinikmati oleh siapa pun yang datang ke sini. Keunikan yang mungkin belum pernah dijumpai selain lokasinya yang tersembunyi tapi merupakan jalur pendakian kawan-kawan saat akan ke puncak lawu. Disini merupakan basecamp pintu masuk jalur pendakian cetho.

Kawasan cetho merupakan sebuah pelataran dimana terhampar pemandangan yang sangat menakjubkan. Banyak pula pondok-pondok dan juga situs lingga yoni seperti yang berada di kawasan Candi Sukuh. Jangan kaget, bila ditempat ini wisatawan akan mencium bau dupa. Bagi wisatawan yang beragama Hindu, wisatawan pun juga bisa berdoa ditempat ini yang akan dipandu oleh seseorang, berikut pula disediakan dupa-dupa sebagai salah satu syarat doa.

Rute Menuju Lokasi Candi Cetho

Candi Cetho berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Menuju ke kawasan ini pun bisa dibilang susah-susah gampang. Wisatawan yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta bisa menuju kearah Solo. Dari sini wisatawan menuju kearah karanganyar yang menjadi tempat berdirinya Candi.

Saat tiba di terminal Karangpandan, wisatawan akan dihadapkan pada dua jalur. Jika, wisatawan belok ke kanan, atau mengikuti jalur aspal maka, wisatawan akan pergi mengunjungi Tawangmangu. Menuju ke Candi Cetho wisatawan hanya perlu berjalan lurus ke arah kebun teh kemuning.

Ikuti saja jalan dan petunjuk yang ada di kawasan ini. Setelah melewati jembatan, jalanan mulai menanjak dan juga berliku. Hanya saja, wisatawan tidak perlu khawatir karena, kondisi jalan begitu ramah untuk kendaraan wisatawan semua.

Ikuti saja jalur lurus dan jangan belok ke kanan atau ke kiri. Karena, bila wisatawan belok ke kiri, maka jalanan akan berputar. Lebih baik, wisatawan menempuh jalur menuju Tahura dan alas karet (Kampung Karet). Wisatawan bisa memanfaatkan kawasan ini untuk beristirahat dan mengambil beberapa sudut wisata alas karet yang mengesankan.

Setelah melanjutkan perjalanan, wisatawan akan tiba di terminal Ngargoyoso, terminal ini digunakan sebagai terminal terakhir bagi wisatawan yang memutuskan untuk naik transportasi umum. Ambil jalur lurus menuju kearah kemuning.

 

Pelataran Candi Cetho

Harga Tiket Candi Cetho

Harga tiket masuk untuk kawasan ini cukup murah, hanya dengan membayar tiket sebesar 7 ribu rupiah saja untuk wisatawan dalam negeri (Domestik). Untuk wisatawan luar negeri (Mancanegara) harus membayar sebesar 25 ribu rupiah. Wisatawan akan mendapatkan kain Poleng mengisi buku tamu serta memberikan pamrih seikhlasnya. Kain ini berfungsi untuk menghormati kesucian candi cetho. Dimana, candi ini juga dipakai untuk sarana peribadatan.

Larangan di Candi Cetho

Untuk pengunjung yang ingin mengabadikan perjalanan di candi cetho hanya boleh sebatas foto dan video menggunakan kamera. Bagi yang ingin menggunakan pesawat tanpa awak sejenis drone harus ijin terlebih dahulu. Karena larangan membawa drone.

 

TRAVEL #6 KEUNIKAN CANDI CETHO | WISATA RELIGI | JENAWI KARANGANYAR

%d blogger menyukai ini: