Calung Funk Manjakan Pesona Malam Malioboro

Diposting pada

Yogya – Keindahaan wisata di Yogyakarta memang istimewa se-istimewa kotanya, orangnya, dan pesonanya. Beribu-ribu kali kita berkujung ke Yogyakarta tidak akan merasakan bosan dengan inovasi wisata sekitar yang ditawarkan ke wisatawan domestik maupun mancanegara. Saat itu (02/11/2018) saya berkunjung ke lagi kesana serasa tidak ada yang bosan kadang sehari semalam mungkin tidak cukup bagi kalian yang hobi traveller pastinya.

MALIOBORO

Suasana malam Malioboro Jogja

Wisatawan domestik dan mancanegara mungkin tak akan lupa obyek wisata favorit, yaitu Malioboro, malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough. Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian. Secara simbolis juga bermaksud untuk menandingi kekuasaan Keraton atas kemegahan Istananya yang mendominasi kawasan tersebut.

Menikmati suasana malam Malioboro yang sangat memberikan pesona keindahan dengan alunan musik tradisional angklung, yang berada di sepanjang jalan malioboro yang sering disebut Musik Jalanan Malioboro. Kala itu saya menikmati salah satu kelompok kesenian musik Calung Funk.

APA ITU CALUNG FUNK – MALIOBORO STRET MUSICIAN

Calung Funk adalah musik yang menyuguhkan nuansa musik yang berbeda dan dengan irama musik yang berbeda juga Grup musik perkusi yang menggunakan alat musik tradisional seperti angklung gambang arumba bedug dan tripok (mini drum combination). Dengan bermodalkan alat musik yang bisa dibilang cukup sederhana Calung Fank sering menampilkan musik tradisional pop dan musik yang lainnya.

Grup musik ini sering Perform di jalan Malioboro tepatnya di depan Mal Malioboro. Dengan nuansa alunan musik ini pengunjung banyak yang merasa terhibur dan mereka dapat melihat sekaligus menikmati  musik budaya Indonesia. Jogja adalah kota wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara secara tidak langsung Calung Funk sudah mempromosikan musik tradisional Indonesia. Grup musik Calung Funk Tak hanya Perform di Malioboro akan tetapi mereka juga sering tampil di suatu event sebagai entertainment.

 

JEMBATAN SAYIDAN YOGYA

Sayidan merupakan salah satu dari beberapa jembatan yang dibangun di kawasan kota Yogyakarta. Jembatan ini membelah aliran Sungai Code yang berhulu dari lereng Gunung Merapi dan bermuara ke Sungai Opak dan laut selatan. Nama Jembatan Sayidan perlahan-lahan mulai dikenal oleh para wisatawan dan media seiring dengan kemunculan lagu “Di Sayidan” oleh salah satu grup band ternama di Yogyakarta yaitu Shaggy Dog. Jembatan Sayidan itu sendiri membelah Sungai Code “Kali Code” yang menghubungkan antara Jalan Pangeran Senopati dengan Jalan Sultan Agung di Yogyakarta. Awal mulanya berfungsi sebagai pintu masuk kawasan ibukota Kraton Yogyakarta.

Jembatan Sayidan

Jembatan Sayidan Yogyakarta dikeliling oleh 4 (empat) kampung diantaranya sisi barat daya terdapat kampung Sayidan, sisi barat laut terdapat kampung Ratmakan, sisi timur laut terdapat kampung Jagalan Beji, dan sisi tenggara terdapat kampung Bintaran Kulon. Papan nama Jembatan Sayidan yang ditulis dengan huruf latin dan huruf jawa mengindikasikan bahwa jembatan ini masih memiliki peran penting dari zaman dahulu hingga saat ini. Banyak orang tidak menyadari tentang hal tersebut dan sering mengabaikannya. Nama Sayidan yang digunakan pada jembatan tersebut berasal dari nama kampung yang berada di sisi barat Sungai Code sebelah selatan jalan. Kampung Sayidan dalam sejarahnya merupakan kampung tempat tinggal para pendatang dari etnis Arab. Etnis Arahbtersebut disebut orang Jawa (Jogja) sebagai orang sayid dan akhirnya lebih familiar dengan nama Sayidan. Saat ini kampung Sayidan lebih banyak dihuni oleh orang Jawa dan sudah sedikit sekali keturunan orang Arab.

Banyaknya simbol yang memperkuat nama Jembatan Sayidan memberikan pesan bahwa jembatan ini memiliki sejarah yang cukup panjang.[ana]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *