Wedang Asem Jawa, Produk Andalan Ibu-Ibu PKK Desa Talun

Semakin berkembang pola pikir yang kreatif dan inovatif yaitu masyarakat 4.0 selaras akan perkembangan media informasi website desa sebagai sarana informasi publik potensi desa. Baru-baru ini Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, tidak hanya terkenal dengan keindahan panorama kawasan Asam Pelanginya (Baca). Tetapi juga memiliki produk unggulan Wedang  Asam Jawa dalam kemasan yang unik.

Desa ini memiliki produksi atau panen buah asam yang cukup melimpah yang dihasilkan dari pohon asam berumur ratusan tahun, yang sementara dikelola POKDARWIS  pada tahun 2019 ini. Dengan inovasi buahnya dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK  (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Desa Talun dengan membuat minuman sehat menyegarkan yang bisa menambah nilai jual.

Produk unggulan tersebut diberi nama Wedang Asam Jawa, minuman tanpa bahan pengawet ini mulai diproduksi dan dipasarkan dari mulut kemulut, juga lewat online dimedia sosial Facebook, Instagram, website, dan media lainya. Dalam penyajiannya Wedang Asam Jawa sangat enak diminum selagi hangat plus didampingi gorengan dan juga bisa dinikmati ketika dingin bersama es batu bisa membuat tubuh segar, dikala sedang santai.

Sementara bahan-bahan pembuatan Wedang Asam Jawa yaitu, Asam Jawa, Gula Murni dan Air, 100 persen herbal. Sesuai yang tertulis dikemasan manfaatnya Wedang Asam Jawa khas Talun cukup banyak bagi kesehatan salah satunya, Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, dapat Membantu Menurunkan Berat Badan, Meningkatkan Sirkulasi Darah, Melancarkan Sistem Pencernaan, Meningkatkan Kesehatan Mata, Memiliki Sifat Anti-Inflamasi, dll.

Sedangkan untuk harganya jualnya sendiri, isi bersih 250 ml cukup terjangkau yakni Rp.5.000 (lima ribu rupiah). Anda bisa menikmatinya kesegaran Wedang Asam Jawa. Selain dipasarkan secara lokal, Pihak Desa juga membuka mitra bisnis (Reseller) dari desa sekitar lainnya bisa langsung menghubungi nomer whatsapp 0821-3979-2879. Dengan inovasi karya lokal ini mampu memberikan perkembangan dan kesejahteraan Desa serta menjadi daya tarik wisata alam dan edukasi.(andhika)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 Komentar

  1. Wih Mantep mas, harus gitu di manfaatkan secara optimal, selama ini asam jawa cuma di bikin asem kawak, taapi dengan inofasi yang baru pasti memberikan nilai lebih, tapi miris di kampung q pohon asam yg berumur ratusan tahun sudah pada di tebang soalnya ada tengkulak cari katanya untuk bahan kerajinan asessories

    1. memang asem jawa juga mahal kayunya sebagai kerajinan, tapi dengan pola pikir berbeda bisa memberikan nilai jual dan ekosistem terjaga.